Gauss dilahirkan di Braunschweig, Jerman, pada tanggal 30 April 1777. Orang tua Gauss adalah orang yang tidak berkecukupan. Ayah Gauss bernama Gerhard Diederich, lahir tahun 1744. Sehari-hari Gerhard bekerja lepas sebagai tukang kebun, menggali selokan dan terkadang menjadi tukang batu. Sedangkan ibunya bernama Dorothea Benz, adalah anak tukang perancah batu. Adik laki-laki Dorothea yang bernama Friedrich adalah orang yang pertama kali mengenali bakat si genius kecil ini yang muncul sejak umur 3 tahun. Memahami kehebatan otak keponakannya ini, dia mengajarkan logika kepada Gauss, melakukan observasi terhadap obyek-obyek tertentu dan falsafah hidup. Semua dengan cepat mampu dipahami oleh Gauss.
Gauss menunjukkan kepandaiannya sejak umur tiga tahun. Ketika itu, ayahnya menerima upah mingguan karena lembur tanpa menghitung terlebih dulu. Namun Gauss kecil menyebut bahwa perhitungan itu salah. Setelah dihitung ulang ternyata angka yang disebut Gauss kecil adalah yang benar. Menurut sebuah cerita, pada umur 10 tahun, ia membuat gurunya terkagum-kagum. Ini berawal saat gurunya meminta murid-muridnya untuk menghitung bilangan-bilangan 1 sampai 100. dengan waktu yang sangat singkat, gauss pun dapat menyelesaikan hitungannya. Saat ditanya,, dengan tangkas gauss menjelaskan bahwa setiap bilangan ujung ke ujung mempunya jumlahan nilai yang sama yaitu 1+100=101, 2+99=101, 3+98=101 begitu seterusnya, sehingga dengan mudah ia dapat menjumlahkan semuanya dengan mengalikan setengah kali jumlah bilangan yang dijumlahkannya, Sehingga diperolehlah rumus untuk menghitung jumlah suatu deret aritmatika berupa penghitungan deret 1+2+3+...+100. Kejeniusan Gauss ini, terdengar oleh bangsawan Brunswick (Duke of Brunswick) bernama Ferdinand. Terkesima dengan berita itu, Ferdinand langsung mengirim pelayan agar mengundang Gaussl untuk tinggal di purinya.
Umur 12 tahun, Gauss sudah berani mempertanyakan dasar-dasar geometri Euclidian. Umur 15 tahun, Gauss sudah belajar di College dan semua biaya ditanggung oleh Ferdinand. Gauss mengambil jurusan bahasa kuno dan bahasa modern serta matematika. Umur 16 tahun Gauss mulai menggagas geometri selain Euclid.
Tiga tahun kemudian pada tanggal 30 Meret 1796, Gauss masuk universitas Gottingen dan memutuskan memilih bidang matematika dimana pada hari itu Gauss menemukan cara membuat poligon 17 sisi dengan menggunakan kompas dan penggaris. Penemuan ini dianggap sebagai salah satu penemuan terbesar dari Gauss.
Umur 21 tahun, Gauss meninggalkan universitas dan kembali ke Brunswick. Gauss pulang pergi ke Helmstedt, dimana dia belajar di perpustakaan yang paling lengkap untuk topik-topik matematika. Minat Gauss terhadap matematika sempat terhenti dan berubah menjadi astronomi pada saat di berusia 24 tahun.
Gauss menikah pada tahun 1805 dengan gadis cantik bernama Johanna Osthoff. Setahun kemudian lahirlah Joseph, yang disambut dengan gembira oleh Gauss. Disusul dengan anak kedua, Minna dan anak ketiga, Louis. Tahun 1807, Gauss membawa keluarganya ke Gottingen dimana dia diangkat menjadi direktur observatorium.
Tahun 1809, istrinya meninggal. Namun kurang dari satu tahun kemudian, Gauss menikah dengan Friederica Wilhelmine Waldeck, anak rekan sesama profesor di Gottingen. Selama 6 tahun, istri kedua ini, memberinya tiga orang anak: Eugene, Wilhelm dan Therese, sebelum divonis terkena TBC. Yang pada akhirnya meninggal pada tahun 1831.
Gauss meninggal pada tanggal 23 Februari 1855 karena serangan jantung. Gauss dimakamkan di pemakaman St. Albans di Gottingen, berdekatan dengan makam ibunya. Semasa hidupnya, Gauss telah banyak menghasilkan karya matematika baik teori maupun terapan. Aljabar, geometri, analisis, aritmatika atau teori bilangan adalah bidang-bidang yang dikembangkan oleh Gauss. Sebagai tambahan, secara teori, Gauss juga mendalami astronomi, magnetisme, topologi, kristalografi, optik dan elektrik.
Dari berbagai sumber
Gauss menunjukkan kepandaiannya sejak umur tiga tahun. Ketika itu, ayahnya menerima upah mingguan karena lembur tanpa menghitung terlebih dulu. Namun Gauss kecil menyebut bahwa perhitungan itu salah. Setelah dihitung ulang ternyata angka yang disebut Gauss kecil adalah yang benar. Menurut sebuah cerita, pada umur 10 tahun, ia membuat gurunya terkagum-kagum. Ini berawal saat gurunya meminta murid-muridnya untuk menghitung bilangan-bilangan 1 sampai 100. dengan waktu yang sangat singkat, gauss pun dapat menyelesaikan hitungannya. Saat ditanya,, dengan tangkas gauss menjelaskan bahwa setiap bilangan ujung ke ujung mempunya jumlahan nilai yang sama yaitu 1+100=101, 2+99=101, 3+98=101 begitu seterusnya, sehingga dengan mudah ia dapat menjumlahkan semuanya dengan mengalikan setengah kali jumlah bilangan yang dijumlahkannya, Sehingga diperolehlah rumus untuk menghitung jumlah suatu deret aritmatika berupa penghitungan deret 1+2+3+...+100. Kejeniusan Gauss ini, terdengar oleh bangsawan Brunswick (Duke of Brunswick) bernama Ferdinand. Terkesima dengan berita itu, Ferdinand langsung mengirim pelayan agar mengundang Gaussl untuk tinggal di purinya.
Umur 12 tahun, Gauss sudah berani mempertanyakan dasar-dasar geometri Euclidian. Umur 15 tahun, Gauss sudah belajar di College dan semua biaya ditanggung oleh Ferdinand. Gauss mengambil jurusan bahasa kuno dan bahasa modern serta matematika. Umur 16 tahun Gauss mulai menggagas geometri selain Euclid.
Tiga tahun kemudian pada tanggal 30 Meret 1796, Gauss masuk universitas Gottingen dan memutuskan memilih bidang matematika dimana pada hari itu Gauss menemukan cara membuat poligon 17 sisi dengan menggunakan kompas dan penggaris. Penemuan ini dianggap sebagai salah satu penemuan terbesar dari Gauss.
Umur 21 tahun, Gauss meninggalkan universitas dan kembali ke Brunswick. Gauss pulang pergi ke Helmstedt, dimana dia belajar di perpustakaan yang paling lengkap untuk topik-topik matematika. Minat Gauss terhadap matematika sempat terhenti dan berubah menjadi astronomi pada saat di berusia 24 tahun.
Gauss menikah pada tahun 1805 dengan gadis cantik bernama Johanna Osthoff. Setahun kemudian lahirlah Joseph, yang disambut dengan gembira oleh Gauss. Disusul dengan anak kedua, Minna dan anak ketiga, Louis. Tahun 1807, Gauss membawa keluarganya ke Gottingen dimana dia diangkat menjadi direktur observatorium.
Tahun 1809, istrinya meninggal. Namun kurang dari satu tahun kemudian, Gauss menikah dengan Friederica Wilhelmine Waldeck, anak rekan sesama profesor di Gottingen. Selama 6 tahun, istri kedua ini, memberinya tiga orang anak: Eugene, Wilhelm dan Therese, sebelum divonis terkena TBC. Yang pada akhirnya meninggal pada tahun 1831.
Gauss meninggal pada tanggal 23 Februari 1855 karena serangan jantung. Gauss dimakamkan di pemakaman St. Albans di Gottingen, berdekatan dengan makam ibunya. Semasa hidupnya, Gauss telah banyak menghasilkan karya matematika baik teori maupun terapan. Aljabar, geometri, analisis, aritmatika atau teori bilangan adalah bidang-bidang yang dikembangkan oleh Gauss. Sebagai tambahan, secara teori, Gauss juga mendalami astronomi, magnetisme, topologi, kristalografi, optik dan elektrik.
Dari berbagai sumber